Akhir pekan tanggal 9 April merupakanawal bulan suci Ramadhan, dengan umat Islam di seluruh dunia bersiap untuk ambil bagian. Brand dapat membantu mendukung konsumen Muslim selama periode ini dan di akhir Ramadhan dengan festival Idul Fitri dengan cara yang sensitif, sambil tetap memperhatikan tantangannya.     

Pertimbangkan bagaimana perawatan diri dapat melengkapi spiritualitas

Spiritualitas adalah fokus Ramadhan bagi Muslim, dan brand dapat mempertimbangkan bagaimana produk Kecantikan dan Perawatan Pribadi dapat menggunakan perawatan diri untuk melengkapi spiritualitas. Penampilan tidak akan menjadi motivasi besar bagi umat Islam selama Ramadhan ketika mereka tidak keluar banyak, namun produk yang dapat membantu mereka meningkatkan lingkungan rumah dapat menarik serta kampanye yang mengingatkan mereka untuk menjaga diri sendiri. Puasa dapat mendatangkan malapetaka pada kulit/bibir sehingga produk yang menghidrasi akan menarik, serta produk kecantikan yang mudah digunakan untuk hari-hari sibuk Ramadhan. Produk tanpa pewangi/perasa juga dapat membantu – karena Anda tidak ingin secara tidak sengaja mencicipi lip balm beraroma saat Anda berpuasa!

Sumber: Mintel GNPD. We Are Paradoxx’s Mind Blown Hair + Body Treatment Candle mengklaim sebagai pengkondisi, perawatan restoratif untuk kulit dan rambut kering serta memiliki aroma yang menenangkan seperti spa.

Hati-hati dengan pola pikir konsumerisme

Ramadhan dan Idul Fitri keduanya merupakan kesempatan yang sangat spiritual, dan Ramadhan dianggap sebagai waktu di mana umat Islam hampir mundur dari semua gangguan ‘duniawi’ dan fokus pada perbaikan spiritual mereka. Salah satu aspeknya adalah menolak konsumerisme, sehingga kampanye yang mendorong konsumen Muslim untuk membeli sesuatu pada dasarnya bertentangan dengan esensi dari apa yang diperjuangkan Ramadhan. Pemasar sebaiknya memahami makna di balik waktu tahun ini, dan mempromosikan hal-hal yang penting bagi konsumen Muslim.

Sumber: Morrison. Brand kecantikan dapat mengambil pelajaran dari supermarket, seperti kotak makanan penting Morrisons Ramadan.

Brand kecantikan dan perawatan pribadi dapat belajar dari supermarket di Inggris, yang telah melakukan ini dengan sangat baik dalam beberapa tahun terakhir, terutama di daerah dengan populasi Muslim yang tinggi. Misalnya, melalui diskon/penawaran Ramadhan untuk makanan/minuman yang disediakan umat Islam, serta kerjasama dengan food influencer untuk mempromosikan resep.

Selaras dengan semangat memberi Ramadhan

Kita tahu bahwa konsumerisme secara sadar sedang meningkat dan selama Ramadhan, umat Islam didorong untuk memberi melalui tindakan amal. Brand dapat memanfaatkan ini dan meluncurkan inisiatif amal bertema Ramadhan, atau menyumbang untuk tujuan yang penting bagi komunitas Muslim. Tahun ini Asda telah mengumumkan menyumbangkan £100k ke FareShare untuk mendukung badan amal Muslim dan kelompok komunitas di seluruh negeri.

Sumber: Asda. Asda telah mengumumkan bahwa selama Ramadhan akan menyumbangkan ribuan pound ke FareShare untuk mendukung badan amal Muslim dan kelompok komunitas di seluruh negeri..

Keberlanjutan juga merupakan topik yang relevan bagi umat Islam saat ini, terutama karena limbah makanan adalah sesuatu yang lebih mereka sadari. Memberi untuk tujuan keberlanjutan, serta saran tentang kehidupan yang berkelanjutan akan beresonansi.

Rayakan Idul Fitri bersama umat Islam

Idul Fitri adalah kesempatan di mana umat Islam didorong untuk tampil terbaik, dan setelah sebulan berpuasa, ini juga merupakan acara sosial yang sangat besar. Kampanye ‘Bersiap-siap untuk Idul Fitri’ akan beresonansi dengan umat Islam, dan kolaborasi kecantikan/fashion kemungkinan akan menarik karena banyak umat Islam yang membeli baju baru menjelang Idul Fitri. Memberi hadiah juga merupakan peluang besar, sehingga kemasan bertema Idul Fitri serta set hadiah akan menarik.

Sumber: Harrods. Huda Beauty telah membuat Kalender Adven Ramadhan.

Muslim bukanlah monolit

Penting bagi brand untuk memahami bahwa Muslim bukanlah kelompok yang homogen. Pada tahun 2018, misalnya, MAC Cosmetics memposting tutorial di Instagram berjudul ‘Bersiaplah untuk Sahur’ yang ditujukan untuk konsumen Muslim yang memanjakan diri mereka sendiri untuk makan sebelum fajar selama bulan Ramadhan.

Kampanye itu diejek di Barat, dan banyak negara Muslim di Timur, karena Sahur tidak hanya waktu terakhir kebanyakan orang ingin memakai riasan, tetapi waktu Sahur juga merupakan waktu yang signifikan selama hari puasa di mana banyak orang Muslim fokus pada spiritualitas mereka. Namun, kampanye itu ditujukan untuk konsumen Timur Tengah, dan di wilayah itu lebih umum berdandan untuk sahur dibandingkan dengan wilayah lain.

Sumber: Twitter. Sementara beberapa orang mengkritik Sahur MAC, yang lain seperti tweeter ini menjelaskan sikap regional.

Ada persepsi bahwa umat Islam di seluruh dunia semua berperilaku dan berpikir dengan cara yang persis sama, tetapi ada banyak nuansa budaya dan geografis yang harus dipertimbangkan.

Untuk membaca komentar Roshida dalam Bisnis Kosmetik, silakan klik di sini.

© 2022 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie