Dalam Tren Kecantikan tahun 2021 Mintel, kami memprediksi empat tren yang akan memengaruhi industri kecantikan dan perawatan diri global pada tahun ini. Pada blog ini, kami akan menyoroti pilihan teratas kami tentang inovasi terkini yang sejalan dengan tren-tren tersebut.

Beautiful Mind 

Brand besar Dove dan pendatang baru Young King hadir dengan tujuan untuk membantu anak-anak merasa berdaya dan percaya diri sejak dini – dan sekaligus berkontribusi terhadap kesehatan mental mereka. Masing-masing brand menyadari pentingnya mendukung kesehatan mental anak, yang telah diperburuk selama krisis COVID-19 dengan hilangnya kondisi normal.

Koleksi sabun Dove’s Kids Care menggunakan strategi yang sederhana dalam pengamalan Tren Kecantikan Mintel, Beautiful Mind, yaitu menilai bagaimana pandemi telah mendorong konsep kesehatan holistik ke level yang baru, dengan berfokus pada kesehatan mental. Hal ini menunjukan kekuatan dari afirmasi positif untuk mengangkat harga diri, mengalahkan pikiran negatif dan memperbaiki suasana hati. Koleksi tersebut menampilkan pernyataan yang memberdayakan pada bagian depan kemasannya, seperti “Saya fantastis, pintar & suka membantu” atau “Saya mengagumkan, berani & kuat.” Dengan tujuan anak-anak dapat mengulangi afirmasi ini setiap hari, setiap kali mereka mandi, untuk membentuk pola pikir yang positif. Penggunaan kalimat-kalimat afirmasi ini secara spesifik dalam kategori sabun/pembersih badan juga menumbuhkan ide bahwa kegiatan mandi itu sendiri terasosiasi dengan perawatan diri dan kesehatan mental.  

Dove Kids Care

Sumber: Mintel GNPD dan Dove

Brand lain yang juga menargetkan anak-anak adalah Young King. Brand ini masuk ke tren kesehatan dan pemberdayaan – seraya menambahkan segmentasi dan pilihan dalam ranah kecantikan yang mementingkan keragaman.

Brand AS tersebut memposisikan dirinya sebagai lini perawatan rambut natural dengan bahan dasar nabati yang “pertama di dunia”, yang secara spesifik dirancang untuk anak-anak lelaki multikultur. 

Selain dimaksudkan untuk merawat rambut yang lebih bertekstur, produk ini juga dirancang untuk mengubah narasi tentang bagaimana dunia memandang anak-anak lelaki berkulit hitam atau cokelat, dan mempromosikan representasi yang positif melalui marketingnya. Sebagai contoh, brand ini mereferensikan anak-anak lelaki berkulit hitam atau cokelat dengan sebutan “raja muda” (young kings) dan “hanya imut, bukan ancaman.” Brand ini juga menggunakan marketing untuk menekankan pentingnya perawatan diri untuk kelompok anak lelaki tersebut sebagai jalan untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Young King

Sumber: Mintel GNPD; Young King Haircare

Beauty Eco-lution

Pertimbangan etis dan ekologis akan semakin meningkat dan menjadi top-of-mind bagi konsumen di tahun 2021. Sejalan dengan hal tersebut, pada bulan Maret 2021, empat dari sepuluh konsumen dewasa di Perancis dan Jerman mengatakan bahwa mereka bersedia untuk berbelanja lebih untuk produk kecantikan dan perawatan diri yang ramah lingkungan.

Disrupsi berkelanjutan dilakukan oleh sebuah brand Paper Razor, pisau cukur sekali pakai berbahan kertas pertama di dunia,  yang secara tepat diluncurkan di Jepang pada Earth Day (22 April 2021) oleh Kai Group, dan terbuat dari 98% plastik yang lebih sedikit (dibandingkan pisau cukur konvensional).

Ini adalah pertama kalinya kami melihat pisau cukur dengan pegangan berbahan dasar kertas yang dapat digunakan sekali pakai – sepertinya terinspirasi dari popularitas botol berbahan dasar kertas yang meningkat di pasar kecantikan dan perawatan diri. Hal lain yang patut diperhatikan adalah bagaimana Paper Razor datang dengan kondisi pipih yang mudah untuk dibawa, dan bagaimana produk ini menyentuh tren tanpa gender dengan menawarkan warna-warna yang tidak terasosiasi dengan gender yang spesifik.

Sumber: Kai

Ace of Air, sebuah pemain skincare/suplemen dengan konsep direct-to-consumer, merupakan disruptor lain dalam ranah produk ramah lingkungan.

Brand ini mendorong masyarakat untuk memikirkan ulang kemasan produk sebagai sesuatu yang harus dipinjam, dikembalikan dan digunakan ulang karena mereka menyadari bahwa kemasan produk kecantikan memiliki dampak lingkungan terbesar (dibandingkan dengan formula produk atau pengiriman, misalnya). Kemasannya yang kokoh dan ‘berharga’ terbuat dari material yang berkelanjutan (cth. besi tahan karat) yang dapat bertahan dan dapat digunakan lebih dari 100 kali. Namun, biaya sewa yang tidak dapat dikembalikan untuk kemasannya($2 per produk dan $3 untuk pengiriman Boomerang Box) dapat menjadi hal yang membuat beberapa konsumen berpaling.

Sumber: Instagram/Ace of Air

Beauty Re(Valued) 

Memikirkan ulang konsep ‘nilai’ sebagai sesuatu yang melebihi ‘harga’ adalah dua inovasi yang fokus terhadap menyederhanakan rutinitas kecantikan konsumen atau menambahkan nilai dengan cara menambah kualitas dan proposisi keberlanjutan. 

Contoh inovasi produk pertama yang mengandung baik tren Mintel Eco-lution dan Beauty Re(Valued), menyambungkan nilai dengan keberlanjutan.

Startup Perancis, La Crème Libre, telah mengembangkan sistem produk perawatan kulit berbahan lokal (cth. “berasal dari 100% wilayah Perancis”), artisan dan dapat diisi ulang yang menggunakan bahan beton natural yang tahan lama dan dekoratif sebagai material untuk kemasan utamanya – dengan tambahan untuk sumbatan untuk penutupnya. Beton memberikan alternatif yang disruptif bagi konsumen dibandingkan pilihan ramah lingkungan kaca atau alumunium yang dapat dipakai ulang – material yang telah lebih dulu populer di pasar produk kecantikan. Konsumen hanya perlu untuk mengisi ulang kemasan dekoratif beton mereka dengan tempat plastik daur ulang ringan (terbuat dari 25% material berbahan dasar bio) yang terpisah untuk menyimpan formula perawatan kulit.

Nilai menjadi peranan penting disini, karena brand menekankan bahwa produk isi ulangnya merepresentasikan 5% dari biaya total produk. Brand mengatakan bahwa perhitungan ini hanya setengahnya jika dibandingkan dengan brand kecantikan yang lain. Sebaliknya, brand meyakinkan bahwa konsumen “membayar untuk formula, bukan kemasannya.”

Sumber: Mintel GNPD;  La Crème Libre

Channel Changers

Tren Kecantikan Mintel 2021, Channel Changers, berfokus pada bertambah pentingnya teknologi sebagai alat untuk menghubungkan dan mengikat konsumen dan mendorong pembelian.

Dua inovasi produk penting yang sejalan dengan tren Channel Changers kami juga menyentuh tren lain dengan tema personalisasi, menargetkan tiga dari lima wanita AS berumur 25-24 tahun yang bersedia untuk membagikan data biometrik personal mereka (cth DNA, jenis kulit) dengan brand kecantikan.

Beiersdorf’s OWN (kepanjangan dari ‘only what’s needed’ atau hanya apa yang diperlukan) brand skincare adalah contoh bagaimana semakin banyak brand, termasuk pemain mass market, mulai masuk ke tren kustomisasi, dan mengeksplorasi teknologi kecerdasan buatan.

Koleksi yang lebih premium menggunakan algoritma milk brand, menggunakan klaim “berdasarkan sains sungguhan” dan digerakan oleh kecerdasan buatan dengan data yang berasal lebih dari 10,000 wanita. Hal ini mengizinkan brand untuk menciptakan 380,000 kombinasi formula unik untuk keperluan perawatan kulit konsumen; formula yang baru diproduksi dan dikirimkan langsung ke konsumen.

Koleksi ini juga memiliki sebuah produk micellar, yang dapat dikatakan sebagai satu contoh micellar water yang dapat dikustomisasi. Saat brand menempuh pendekatan kustomisasi, sangat menarik untuk melihat tren kustomisasi berdasarkan teknologi dijelajahi oleh pemain mass-market dan tradisional, yang kedepannya dapat membawa tren personalisasi ke arus utama.

Own Skincare

Sumber: OWN Skincare (Beiersdorf)

Brand yang juga menyentuh tren 2021 Channel Changers kami dan juga masuk ke tren personalisasi, namun pada titik harga yang jauh lebih premium dibandingkan OWN Skincare, adalah Yves Saint Laurent’s Rouge sur Mesure yang dibuat sesuai pesanan, sebuah perangkat perona bibir yang dioperasikan menggunakan bluetooth.

Dihargai sekitar $300, ditambah kartrid, perangkat ini menggunakan teknologi Person milik L’Oréal dan mengizinkan konsumen untuk mempersonalisasi lipstik mereka. Produk ini mencakup rentang warna kartrid, sebuah aplikasi dan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu konsumen menciptakan dan bereksperimen dengan “corak tak berbatas” yang semudah menyentuh tombol.

Tutup perangkat ini juga dapat berfungsi sebagai sampul perona bibir yang ringkas, untuk kreasi warna personal on-the-go.

Yves Saint Laurent Rouge sur Mesure

Sumber: Yves Saint Laurent

© 2022 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie