COVID-19 berdampak besar pada gaya hidup konsumen, ekonomi global, dan setiap pasar konsumen. Oleh karena itu, prediksi Mintel di Tren Kecantikan dan Perawatan Tubuh Global 2030 dipercepat dengan implikasi selama 3-5 tahun ke depan. Fokus baru pada sains dan alam menjadikan pendekatan keberlanjutan baru sebagai pendekatan utama, sebagaimana diprediksi di Tren ‘Panorama Kemanusiaan’. Peristiwa saat ini yang membuat orang-orang tidak bisa bertemu langsung telah membantu mendefinisikan kembali konsep koneksi, membuat Tren ‘Identitas Penjual’ lebih relevan dalam jangka pendek.

 

Di sini, kami melihat bagaimana pandemi mempercepat prediksi Tren Perawatan Kecantikan dan Tubuh Global Mintel 2030.

Panorama Kemanusiaan

Apa yang berubah?

Perubahan gaya hidup online yang disebabkan oleh COVID-19 dengan cepat mengubah cara dan tempat brand menjual produk mereka. Pendorong Tren ‘Teknologi’ oleh Mintel mengamati bagaimana konsumen mencari solusi digital untuk masalah nyata yang dihadapi. Dengan banyaknya toko yang tutup, strategi ritel digital yang kuat kini sangat dibutuhkan. Berkomunikasi dan terhubung dengan konsumen secara virtual melalui konten dan pesan otentik menjadi cara paling ampuh untuk menjaga relasi dan kepercayaan antara konsumen-brand, memanfaatkan platform digital untuk melakukan obrolan web dan streaming langsung.

Karena berfokus pada kepercayaan konsumen, brand mulai menyediakan fakta berbasis sains sebagai informasi yang mudah dipahami dan jaminan terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki. Topik tentang brand yang ramah lingkungan dan etis mulai hangat diperbincangkan karena meningkatnya kepedulian konsumen terhadap praktik perusahaan, terutama caranya memperlakukan karyawan. Meski sempat terhenti sejenak karena kekhawatiran akan kebersihan, tren keberlanjutan akan kembali dan mendefinisikan ulang kata “bersih” dengan pola pikir baru tentang dampak proses pembuatan, pembelian, dan penggunaan produk pada lingkungan.

 

Brand yang melakukan percepatan tren

Sumber: Apex

Rencanakan kulit masa depan

APEX, dari brand perawatan kulit Jepang Pola, meluncurkan Perencanaan Perawatan Kulit APEX – produk ini menggunakan AI untuk menganalisis kondisi kulit dan memprediksi perubahan di masa depan untuk menentukan rejimen perawatan kulit jangka panjang.

 

 

Produk perawatan kulit yang diproduksi berdasarkan pesanan

Haeckels Bio Restore Membrane memanfaatkan bioteknologi untuk meningkatkan keberlanjutan. Masker mata dari brand Inggris ini berbahan baku agar (rumput laut) dan diproduksi berdasarkan pesanan. Kemasannya dapat terurai dan konsumen dapat memesan isi ulang, sehingga menjadikan produk ini bebas plastik.

Sumber: Kiehl’s

Tim ritel beralih menjadi konsultan virtual

Pakar Perawatan Kulit Virtual Kiehl’s adalah contoh brand yang dengan cepat menyesuaikan diri agar tetap dapat mempekerjakan tim penjualan dengan menawarkan konsultasi virtual melalui obrolan video. Layanan ini kini menjadi penawaran permanen sebagai sarana untuk terhubung dengan konsumen.

 

Identitas Pedagang

Apa yang berubah?

Meskipun konsumen ingin kembali ke dunia nyata dan melakukan lebih banyak interaksi langsung seperti saat sebelum COVID-19, tetapi pandemi ini kembali mengharuskan konsumen untuk menggunakan sarana digital sebagai cara yang paling aman untuk tetap terhubung. Perubahan ini menjadikan kerinduan berinteraksi langsung memiliki tingkat nilai yang baru. Pelukan dari seorang teman merupakan sesuatu yang tidak bisa dirasakan banyak orang selama berbulan-bulan.

Gagasan dan rasa kebersamaan, seperti yang disoroti pada Tren Pendorong ‘Identitas’ oleh Mintel adalah salah satu hal yang berubah secara signifikan dan dicari semua konsumen, baik secara online maupun offline. Selama periode karantina, brand ikut turun tangan untuk membantu membina komunikasi terbuka antara konsumen yang sepemikiran. Rasa memiliki dan interaksi antarmanusia adalah hal yang penting, terutama bagi sebagian besar orang yang “tempat ketiga”nya telah berpindah ke dalam rumah. Bagi sebagian besar orang, kini rumah telah menjadi tempat tinggal sekaligus tempat kerja, olah raga, spa hingga sebagai ruang kelas. Karena orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan berinvestasi di ruang rumah mereka, brand akan terus memanfaatkan budaya baru orang rumahan ini dengan menciptakan produk dan pesan yang dapat membantu mendefinisikan ulang arti rumah.

 

Brand yang melakukan percepatan tren

Sumber: istyle.co

Menciptakan koneksi baru

@cosme Tokyo 3 lantai adalah ruang khusus anggota yang berlokasi di atas salah satu toko kosmetik tersibuk di Harajuku. Toko ini adalah tempat di mana pengguna dan brand dapat terhubung melalui askes dan acara eksklusif.

Sumber: Nordstrom.com

Video gaya berbusana

Video gaya berbusana Nordstrom ditujukan bagi konsumen yang ingin membeli produk tetapi tidak ingin berbelanja di toko dan melihatnya secara langsung karena berisiko. Video gaya berbusana Nordstrom menampilkan produk secara interaktif.

Sumber: Google

Hiburan dan Ritel

Shoploop dari Google memungkinkan pengguna menemukan produk baru melalui video pendek dan menghibur yang dapat diklik. Pengguna dapat menyimpan produk dan membelinya nanti atau mengklik langsung untuk membeli.

 

Tanggapan kami

Perhatikan perubahan gaya hidup konsumen di seluruh wilayah; perilaku yang berbeda-beda akan menuntut produk dengan fungsi yang berbeda-beda pula. Konsumen yang bekerja dari rumah akan mencari produk yang lebih memberikan suasana profesional. Brand yang menciptakan rasa kebersamaan di antara pengikut mereka akan lebih efektif membangun kembali relasi antara brand-konsumen dan memberikan konsumen cara untuk terhubung dengan orang-orang yang sepemikiran. Tunjukan identitas yang otentik, apa pun artinya bagi indentitas brand individu. Konsumen masa kini dapat mengendus pesan yang tidak jujur, jadi jangan terjebak. Tetaplah berlaku jujur dan bisa dipercaya.

 

© 2020 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie