Para generasi muda yang beragama Islam saat ini tidak dapat dipungkiri sangat gandrung menekuni dunia mode, perawatan dan kecantikan diri. Mereka bahkan tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang tidak dapat disepelekan. Seiring dengan semakin meningkatnya populasi penduduk Muslim di dunia, industri alat-alat kecantikan halal juga berkempang pesat. Adapun produk-produk tersebut juga diminati oleh konsumen lain yang non Muslim.

Konsumen produk kecantikan dan perawatan diri di seluruh dunia semakin membutuhkan produk menyeluruh dalam merawat diri melalui produk-produk ‘alami’ yang bebas bahan kimia. Dengan minat konsumen yang semakin tinggi akan produk-produk kecantikan halal, produk dengan sertifikat halal resmi memiliki daya tarik tersendiri dalam pasar industri kecantikan dunia.

Saat ini, kawasan Asia Pasifik sangat mendominasi ranah industri produk halal oleh karena populasi penduduk beragama Islam yang cukup besar di kawasan ini. Menurut Mintel Global New Product Database (GNPD), kawasan Asia Pasifik menyumbang sebesar 73% dari seluruh produk kecantikan halal untuk periode dari tahun 2014 sampai 2016.

RINTANGAN PRODUK KECANTIKAN HALAL SAAT INI

Industri kecantikan memberikan respon yang sangat positif akan potensi besar yang dimiliki oleh produk kecantikan halal di Asia. Merek-merek produk kecantikan dan perawatan diri semakin terbuka dengan gambar konsumen wanita yang mengenakan jilbab pada kemasan produk mereka untuk menarik minat para konsumen Muslim.

Produk-produk kecantikan dan perawatan diri juga tidak segan untuk mendapatkan sertifikat halal sebagai upaya memenangkan pasar para konsumen muda-mudi Muslim yang terus bertumbuh pesat. Minat yang besar akan sertifikasi tersebut sayang sekali terhambat oleh waktu yang sangat lama untuk mendapatkannya. Seorang produsen harus menunggu sampai lima bulan atau lebih dengan biaya yang cukup besar untuk mendapatkan sertifikat halal di Asia. Rintangan yang cukup besar tersebut membuat para produsen enggan untuk menginvestasikan waktu serta dana demi mendapatkan sertifikat halal walau sebenarnya potensi yang dimiliki industri produk kecantikan halal sangatlah besar.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa dengan semakin maraknya istilah ‘halal’, industri produk halal menjadi semakin komersil oleh tingkah para pemain industri dan konsep halal sendiri menjadi kehilangan makna serta nilai-nilai agama. Produk-produk dengan sertifikat halal harus tetap memperhatikan syarat-syarat yang diwajibkan oleh agama dan bertindak sebagai jembatan antara agama dan produk kecantikan serta perawatan diri.

INDIA DAN INDONESIA MEMILIKI POTENSI BESAR PADA PASAR PRODUK-PRODUK KECANTIKAN YANG HALAL

Melihat populasi penduduk beragama Islam yang diperkirakan bertumbuh semakin pesat, para produsen produk kecantikan dan perawatan diri berusaha keras untuk mendapatkan sertifikat halal untuk mengukuhkan posisi mereka baik pada pasar setempat maupun dunia.

India sendiri diperkirakan akan memiliki populasi Muslim dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia. Fakta tersebut serta Indonesia dengan populasi Muslim terbesar di dunia saat ini, menawarkan sebuah pasar yang sangat menggiurkan bagi banyak produsen produk kecantikan dan perawatan diri halal. Para produsen lokal India juga menyambut hangat industri halal sebagai salah satu cara memasuki pasar yang lebih besar di kawasan Asia serta menarik minat para konsumen setempat, baik konsumen non Muslim maupun konsumen yang perduli dengan gaya hidup beretika.

Kecenderungan akan gaya hidup sehat dan beretika yang semakin tinggi turut mendorong inovasi dan kesadaran akan manfaat produk-produk halal bahkan bagi konsumen yang bukan Muslim. Ke depannya, tingkat kesadaran akan produk halal akan terus meningkat dan menarik perhatian dunia.

© 2020 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie