Hotspots menyajikan pengamatan terbaik tim Tren Mintel terhadap peluncuran produk dan layanan di seluruh dunia. Dari gin yang dibuat dari Budweiser yang didaur ulang hingga teknologi rumah kaca yang dapat memproduksi tanaman pangan yang hemat konsumsi air di lahan marginal, lihat inisiatif global paling inovatif bulan ini.

 

Jepang – Gin Revive

Perusahaan induk Budweiser, Anheuser-Busch menggandeng perusahaan penyulingan yang bertempat di Tokyo, Ethical Spirits, untuk mendaur ulang kelebihan pasokan bir yang sangat banyak akibat pandemi koronavirus. Agar tidak terbuang sia-sia, Ethical Spirits mendaur ulang 80.000 sisa bir dan mengubahnya menjadi minuman yang lebih pekat dari gin yang diproduksi secara tradisional. Minuman ini diinfus oleh jintan, hops, irisan kulit lemon, kayu manis, buah beri, dan kayu beech – paduan rempah yang melengkapi rasa khas bir dan sangat cocok dipadukan dengan makanan pedas dan asin. Sebagian hasil penjualan Gin REVIVE akan disumbangkan ke Music Cross, lembaga dana bantuan nirlaba yang mendukung industri musik live Jepang.

 

Pandemi COVID-19 menimbulkan tantangan yang belum pernah dialami sebelumnya oleh brand dan perusahaan. Masyarakat dihimbau untuk melakukan pembatasan sosial dalam jangka waktu yang lama guna mengendalikan penyebaran koronavirus, yang berarti bahwa  kegiatan minum bersama juga ikut terhenti dalam jangka waktu yang lama tahun ini. Untuk mengatasi kerugian, brand minumal beralkohol masih mencari cara untuk memangkas biaya produksi atau meningkatkan penjualan di ‘normal berikutnya’. Melalui kolaborasinya dengan Ethical Spirits, Budweiser tak hanya mampu memanfaatkan kelebihan pasokan bir, tetapi juga meningkatkan citra brand dengan menciptakan produk berkelanjutan dan berdonasi kepada musisi yang sedang berjuang. Bagi konsumen, membeli sebotol Gin REVIVE tak hanya berarti membeli minuman tetapi juga memiliki arti dan cerita yang lebih dalam.

Elysha Young – Manajer Tren, Asia Pasifik

 

Arab Saudi – Rumah Kaca Berteknologi Tinggi

Red Sea Farms di Arab Saudi mengembangkan teknologi rumah kaca yang dapat memproduksi tanaman pangan yang hemat konsumsi air di lahan marginal. Perusahaan teknologi pertanian rintisan ini menemukan solusi pertanian yang berkelanjutan, organik, dan bebas pestisida. Teknologi ini mengganti air tawar dengan air asin dan menerapkan teknologi pendinginan rumah kaca yang mengurangi penggunaan air tawar hingga 90% serta konsumsi energi 2-6 kali lebih rendah dari pendinginan rumah kaca secara konvensional dan mekanis. Sejauh ini, teknologi ini dapat menghasilkan tomat ceri non-GMO yang memiliki toleransi salinitas dengan rasa lebih manis, kandungan Vitamin C lebih tinggi, dan umur simpan yang lebih lama dari tomat yang ditanam secara tradisional. Perusahaan ini sedang membangun fasilitas percontohan rumah kaca air asin dengan luas sekitar 2.000 meter persegi yang mutakhir di Taman Universitas Raja Abdullah untuk Sains dan Teknologi untuk melanjutkan pengembangan metode pertanian.

 

Peningkatan populasi memberikan tekanan yang semakin nyata pada bumi, oleh karenanya perusahaan ini mencari cara agar manusia dapat mengurangi dampak pada lingkungan. Teknik pertanian menjadi semakin cerdas dengan diterapkannya inovasi teknologi dan AI untuk menjadikan tanaman pangan lebih berkelanjutan dengan mengurangi konsumsi air dan memanfaatkan lahan perkotaan untuk pertanian vertikal. Jika konsumen mau membatasi dampak pada lingkungan dan mempelajari lebih jauh asal muasal makanannya, teknik pertanian lokal baru ini dapat memenuhi kebutuhan mereka sekaligus kebutuhan bumi.

Helen Fricker – Manajer Tren, EMEA

 

AS – Pekerjaan Rumah: Membantu Bisnis Lokal

National Assignment adalah proyek yang menghubungkan siswa dan profesor dengan bisnis kecil setempat untuk menawarkan keahlian pemasaran secara gratis. Profesor didorong untuk menjadikan National Assignment sebagai pekerjaan rumah, memberi kesempatan bagi siswa untuk memiliki pengalaman kerja nyata dengan bisnis kecil, dan bisnis tersebut juga dapat mengetahui strategi pertumbuhan yang bernilai secara gratis. Siapa pun dapat mendaftar untuk menyumbangkan waktu, keterampilan, dan keahlian melalui situs web National Assignment. Bisnis kecil juga terus didorong untuk memperbarui kebutuhan khususnya melalui situs tersebut.

 

COVID-19 mendorong masyarakat untuk lebih mendukung bisnis kecil setempat. Berbagai brand besar telah memberikan hibah, menjalin kemitraan berkelanjutan, dan banyak lagi, sementara berbagai layanan pihak ketiga juga mempermudah masyarakat menemukan dan berbelanja dari bisnis kecil. Kini masyarakat menjadikan dukungan untuk usaha kecil secara aktif dan berkelanjutan sebagai kebiasaan yang terus dilakukan, tidak hanya di saat krisis seperti ini. Karena konsumen berupaya mendukung komunitas dan juga membeli barang-barang yang unik, buatan tangan, dan berkualitas, tidak sulit untuk membuat mereka mendukung bisnis setempat, asalkan harga produk/layanan dapat dijangkau secara wajar.

Alex Milinazzo – Analis Tren, AS

 

Meksiko – Mega Hijau

Brand mainan anak-anak, Mega Blocks, meluncurkan versi baru produk balok susun yang terbuat dari 90% plastik berbasis tumbuhan dan kemasan yang berkelanjutan. Mattel dan Mega meneguhkan komitmen mereka untuk terus berupaya mencapai targetnya yaitu menghasilkan produk dan kemasan dengan 100% bahan daur ulang, dapat didaur ulang, atau ekologis pada tahun 2030 di Amerika Latin dan di seluruh dunia.

 

Plastik telah menjadi bahan mentah ideal untuk mainan selama beberapa dekade karena bahan serbaguna ini murah, mudah dibersihkan, dan awet. Namun, sebagaimana terjadi di semua industri, masalah degradasi lingkungan, paparan bahan kimia berbahaya, serta masalah limbah menyebabkan industri manufaktur mainan mengalami masalah jejak karbon yang besar. Konsumen yang lebih sadar akan plastik dan dampak buruknya bagi lingkungan menekan produsen mainan untuk menggunakan pilihan bahan plastik berkelanjutan dan dapat didaur ulang alih-alih bahan berbasis minyak bumi.

Vanessa Rondine – Analis Tren Senior Amerika Latin

 

Indonesia – Pesan Ojek, Tanam Satu Pohon

Perusahaan berbagi tumpangan raksasa Indonesia, Gojek, meluncurkan fitur baru, GoGreener Carbon Offset yang dapat membantu pengguna menghitung jejak karbon mereka dari penggunaan layanan transportasi Gojek dan dari aktivitas lainnya dengan memasukannya secara manual. Pengguna kemudian dapat mengimbangi jejak karbon mereka dengan menanam pohon di salah satu dari tiga daerah ini: Jakarta, Jawa Tengah, atau Kalimantan Timur. Menggandeng aplikasi layanan lingkungan Jejak.in dan mitra konservasi LindungiHutan, pengguna Gojek dapat memilih jumlah pohon yang ingin mereka tanam. Pembayaran untuk layanan ini dapat dilakukan melalui GoPay, platform pembayaran Gojek. Pengguna akan diberi akses ke dasbor pemantauan untuk melihat laporan pertumbuhan pohon mereka.

 

Meningkatnya emisi rumah kaca berkontribusi pada kualitas udara yang buruk di perkotaan, tetapi karena kebutuhan transportasi akan terus ada, brand di bidang otomotif harus secara proaktif menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan dan perbaikan lingkungan. Meskipun menanam pohon belum tentu dianggap sebagai cara terbaik mengatasi emisi karbon, cara ini tetap bermanfaat karena melalui cara ini orang biasa dapat berpartisipasi dalam membantu memerangi peningkatan deforestasi dan perubahan iklim. Inisiatif Gojek kemungkinan besar akan diterima dengan baik tidak hanya karena memberikan informasi jejak karbon kepada konsumen, tetapi juga karena memberi mereka alat untuk merawat lingkungan dengan cara yang sederhana yang mereka anggap penting. Inisiatif ini juga membawa visibilitas yang sangat dibutuhkan oleh organisasi lingkungan dan dapat meningkatkan keterlibatan konsumen perkotaan pada khususnya.

Melanie Nambar – Analis Tren, Asia Tenggara

© 2021 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie