Menurut Basis Data Produk Terbaru Mintel Global (GNPD), makanan dan minuman yang diluncurkan dengan klaim terkait gula rendah/bebas/dikurangi (L/N/R) dan lemak L/N/R meningkat antara Juli 2012 dan Juni 2017. Namun, dalam periode waktu yang sama, Asia Pasifik menjadi kawasan dengan penetrasi klaim gula L/ N/R dan lemak L/N/R terendah. Meningkatnya angka obesitas anak di wilayah ini memberikan peluang untuk merumuskan dan memosisikan ulang produk dengan klaim gula L/N/R dan lemak L/N/R agar dapat menarik bagi orang tua Asia.

Di media, istilah Milenial sering digunakan sebagai panggilan untuk “kaum muda.” Namun, karena Milenial adalah kelompok generasi dan bukan kelompok usia, perlahan tapi pasti mereka bertambah tua. Mintel mendefinisikan Milenial sebagai orang dewasa yang lahir antara 1977 dan 1994 dan, pada tahun 2018, kelompok ini berusia 24-41 tahun. Ini berarti bahwa Milenial termuda pun mungkin telah pindah dari rumah orang tua mereka, lulus dari perguruan tinggi, dan memasuki dunia kerja. Pada usia yang lebih tua, milenial yang berusia 30-an dan awal 40-an cenderung berada di persimpangan momen penting, seperti membeli rumah, menikah, dan memiliki anak.

Dalam beberapa tahun terakhir, Milenial merupakan pasar yang paling diincar oleh pemasar karena mereka adalah kelompok generasi besar dengan jumlah pendapatan siap pakai yang baik. Tumbuh di era digital, mereka juga memiliki sekumpulan karakteristik unik. Hal ini lah yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya sehingga membuat mereka lebih mudah dikenali dan dijangkau. Milenial mungkin menua dari demografi 18-34 tahun yang diinginkan, namun segmen tersebut masih berharga untuk dikejar. Untungnya, saat kelompok ini bertambah tua dan mulai menghadapi perubahan besar dalam hidup, mereka cenderung mempertimbangkan kembali kebiasaan berbelanja mereka, sehingga memberi kesempatan bagi pemasar untuk menarik mereka kembali.

Riset kami tentang pemasaran terhadap Milenial di AS menunjukkan bahwa mereka lebih maju daripada generasi sebelumnya, lebih cenderung percaya bahwa konsep seperti keragaman ras dan keluarga non-tradisional memberi dampak positif pada masyarakat. Selain itu, Milenial lebih terbuka terhadap cara baru dalam melakukan sesuatu, lebih tergerak untuk bereksperimen dengan pengiriman bahan makanan, layanan streaming, dan gig economy.

Pertanyaan yang menghantui pemasar saat ini adalah, bagaimana tren ini akan tetap berjalan saat kaum Milenial bertambah tua?

Tidak mungkin Milenial akan berubah seiring bertambahnya usia, sebaliknya malah mungkin Milenial akan melipatgandakan beberapa karakteristik mereka. Seiring dengan perubahan norma sosial, Milenial akan jadi lebih terbuka terhadap keragaman di AS dalam hal ras, orientasi seksual, dan gaya hidup. Mereka juga akan terus membuat inovasi bisnis, terutama jika itu membuat hidup mereka lebih nyaman. Untuk mencari berbagai solusi, orang tua Milenial akan beralih dari bantuan dan aplikasi digital ke gig economy karena mereka lebih memiliki tuntutan akan waktu dan uang.

Meskipun usia Milenial bertambah, mereka tetap merupakan target yang diinginkan. Namun, pendapatan siap pakai mereka akan mulai terserap oleh hal-hal penting seperti pembayaran hipotek dan tagihan perawatan anak. Dengan ini, Milenial menjadi lebih sensitif terhadap harga, mencari tau nilai sebenarnya, dan bukan hanya melihat unsur baru dalam membeli produk. Seiring bertambah lagi usia Milenial, sekarang saatnya bagi pemasar untuk menyesuaikan kembali pendekatan mereka terhadap kelompok ini dengan mempertimbangkan alasan-alasan di atas.

© 2020 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie