Twenty Beauty, brand make-up rintisan, memasang mesin jual otomatis produk kecantikan pertama dari jenisnya di lokasi publik seperti bandara, stasiun metro, dan pusat perbelanjaan yang bertujuan melawan arus e-commerce dengan menyediakan produk berkualitas dan inklusif di lokasi fisik yang mudah dijangkau.

 

Didirikan oleh dua saudara perempuan yang tinggal di India, brand riasan ini ditargetkan untuk konsumen Gen Z dan dirancang agar cocok untuk semua jenis dan warna kulit. Produk-produknya mengandung bahan ramah kulit dan dipasarkan sebagai alat untuk meningkatkan rasa percaya diri dan mengekspresikan diri. Riset Mintel menemukan bahwa saat membeli produk kecantikan dan perawatan diri, ‘membuat saya merasa percaya diri’ merupakan atribut penting bagi 42% konsumen di India.

 

Tren Mintel ‘Cool Vending‘ (Mesin Jual Otomatis yang Keren) menyoroti bagaimana harapan konsumen tentang produk, waktu, dan lokasi belanja mereka dapat mengubah fungsi mesin jual otomatis. Saat pasar produk kecantikan didominasi situs e-commerce yang menawarkan kepraktisan dan variasi, Twenty Beauty berupaya mengubah tren pembelian produk kecantikan kembali menjadi pembelian fisik.

 

Instalasi mesin jual otomatis dapat menghemat waktu atau menghapus batas geografis karena mesin ini beroperasi 24 jam, menghilangkan waktu tunggu terkait pengiriman pesanan online, dan dapat ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau.

 

Saat tren kecantikan bergeser dari standar yang tidak realistis dan tidak dapat dicapai, tujuan Twenty Beauty untuk memposisikan riasan sebagai alat yang dapat meningkatkan rasa percaya diri, budaya, dan inklusivitas bagi wanita dengan semua warna dan jenis kulit kemungkinan besar akan selaras dengan tujuan konsumen kecantikan yang mencari representasi yang lebih baik.

 

Baru-baru ini Unilever Hindustan menegaskan kembali komitmennya untuk mengampanyekan visi kecantikan yang lebih inklusif dengan menghilangkan kata “fair” (putih) dari rangkaian produk “Fair & Lovely”. Obsesi masyarakat India terhadap kulit yang putih dan anggapan bias terhadap wajah yang gelap hingga saat ini menjadi narasi standar komunikasi brand. Narasi ini telah bergeser dari istilah seperti “pencerah/pemutih kulit” menjadi narasi yang merujuk pada kesehatan.

 

 

 

Tanggapan kami

Karena Gen Z merupakan kelompok konsumen yang dominan, brand perlu semakin mengampanyekan inklusivitas dan representasi yang lebih luas pada produk-produk mereka. Pendorong Tren ‘Identitas’ Mintel menyoroti bagaimana cara konsumen yang lebih muda mengarahkan dalam mendefinisikan ulang standar sosial. Brand-brand sukses akan mengenali spektrum yang luas ini dan menanggapinya dengan citra dan pesan yang lebih inklusif yang mencerminkan keotentikan yang dicari konsumen. Konsumen akan terus mendefinisikan ulang nilai melalui kebutuhan mereka akan kebebasan, kenyamanan, dan ekspresi diri. Perusahaan dan brand yang menekankan tujuan serta filosofi bisnis yang berbasis etika dan moral akan semakin diminati — dan akan lebih baik lagi jika nilai-nilai tersebut dapat disampaikan

© 2020 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie