Dalam beberapa tahun terakhir, konsumen yang sadar akan kesehatan menunjukan ketertarikan yang meningkat terhadap produk bebas gluten sebagai cara hidup sehat yang lebih mendalam, dalam bentuk diet grain-free/rendah karbohidrat seperti paleo dan keto. Hal ini terus mendorong berkembangnya kesempatan untuk melampaui konsumen dengan penyakit seliaka atau intoleransi terhadap gluten.

Dengan berkembangnya permintaan terhadap makanan dan minuman bebas gluten, manufaktur tengah mengeksplorasi berbagai alternatif dari gluten, termasuk yang berasal dari kacang, biji-bijian, buah-buahan dan sayuran. Selain berinovasi dengan alternatif bagi gluten, ilmuwan makanan juga berfokus pada memperbaiki atribut nutrisi dan sensorial bagi produk-produk bebas gluten dan maraknya aktivitas paten akhir-akhir ini mengonfirmasi hal tersebut.

Eksplorasi sumber tebung bebas gluten yang baru

Sekalipun beberapa opsi bebas gluten telah hadir sebelumnya, dengan perkembangan terbaru dari sains dan teknologi, inovator-inovator terus berusaha untuk mengidentifikasi dan memproduksi berbagai bahan yang secara natural merupakan bahan yang bebas gluten dan dapat digunakan sebagai alternatif. Peluncuran produk baru-baru ini menunjukan variasi pilihan telah hadir, berupa:

Tepung singkong, kacang almond dan flaxseed

Sumber: Mintel GNPD

Soozy‘s Grain-Free Original Bagels terbuat dari gabungan tepung-tepung (dari singkong, kacang almond dan flaxseed), tepung tapioca dan psyllium husk dan bebas dari gluten, susu, gums, kedelai, telur, kacang, GMO dan residu glyphosate (AS).

Beras merah, tepung kentang dan tepung jagung

Sumber: Mintel GNPD

Gü Free From Strawberry & Rhubarb Cheesecake (vegan) terbuat dari tepung campuran yang terdiri dari beras merah, tepung kentang dan tepung jagung, dan dengan dasar krim vanilla-susu kelapa dan stroberi-rhubarb. (Jerman)

Menambahkan profil nutrisi

Nilai nutrisi dari klaim ‘bebas gluten’ telah menjadi perdebatan selama ini. Studi menyatakan bahwa beberapa makanan bebas gluten memiliki profil nutrisi yang lebih rendah dibandingkan versi standardnya. Mengikuti pola makan bebas gluten meningkatkan resiko kekurangan nutrisi, yang dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Karenanya, beberapa produk bebas gluten yang baru diluncurkan memiliki keuntungan:

Kue posbiotik untuk perut yang bahagia

Sumber: Mintel GNPD

Nola’s Oatmeal Raisin Gluten Free Cookies dengan Posbiotik Lactobacillus mengandung beras merah, gandum, biji chia dan flax dan gula aren. Produk ini diklaim dapat membantu kesehatan pencernaan (Indonesia).

Micronutrient-enriched gluten-free flour

Source: Mintel GNPD

Ceres Brasil Yam adalah alternatif tepung bebas gluten, yang tinggi beta carotene, zat besi, magnesium dan vitamin B kompleks yang membantu pertahanan tubuh, juga menurunkan level kolesterol dan tekanan darah (Brazil).

Terdapat potensi bagi tepung alternatif untuk lebih popular di rumah, karena lebih dari empat dari sepuluh konsumen di Inggris membeli/memakan produk yang bebas dari bahan tertentu untuk membuat makanan dari awal secara regular (cth. Memanggang roti bebas gluten).

Pastikan karakteristik sensori tetap ada

Tantangan utama bagi makanan bebas gluten adalah untuk menjaga kualitas sensorial yang sama dengan makanan sejenis yang kaya gluten. Perkembangan terbaru di bidang ini fokus untuk mengembangkan kualitas sensori dari produk bebas gluten dengan menggunakan bahan dan proses yang inovatif:

Bahan campuran muffin yang bebas gluten

Sumber: Mintel GNPD

Trader Joe‘s Protein Maple Muffin Mix terbuat dari tepung singkong, protein susu isolate dan tepung tapioca. Campuran muffin ini tinggi protein, bebas gluten dan menggunakan perisa natural (AS).

Tepung kelapa yang memperbaiki rasa dan tekstur dari roti dan kue

Inari‘s Organic Coconut Flour terbuat dari kelapa mentah dan segar yang dikeringkan, dipisahkan lemaknya dan digiling halus. Tepung kelapa ini bebas gluten, kaya akan serat dan profil rasanya membantu meningkatkan rasa dan tekstur dari roti dan kue (Kanada).

© 2022 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie