Arus urbanisasi yang cepat, tenaga kerja wanita yang semakin berkembang, dan perkembangan infrastruktur ritel modern semuanya merangsang pertumbuhan makanan instan di Indonesia, karena makin sedikit konsumen yang memiliki waktu untuk menyeimbangkan antara gaya hidup kerja yang sibuk dengan memasak dari bahan mentah. Kebutuhan makanan instan dapat dilihat dari pergeseran ketergantungan pada pasar tradisional ke toko swalayan modern dan hipermarket, yang menawarkan lebih banyak jenis makanan olahan. Dengan ini, Indonesia menawarkan prospek untuk pasar bumbu instan.

KONSUMSI BUMBU INSTAN MASIH RENDAH, TETAPI NILAI JUAL MENINGKAT

Menurut data dari Pengukuran Pasar Mintel, konsumsi per kapita bumbu instan di Indonesia termasuk yang terendah di Asia, sedangkan Thailand sebagai negara tetangga memiliki tingkat konsumsi lebih dari tiga kali lipat lebih tinggi. Penjualan bumbu instan terus dibatasi oleh preferensi sejarah tentang memasak dari bahan mentah di kalangan konsumen Indonesia dan kekhawatiran tentang kesehatan makanan olahan. Selain itu, konsumen juga lebih menyukai kesegaran dan rasa asli yang ditawarkan bahan-bahan yang sebenarnya. Memang, riset Mintel mengungkapkan bahwa lebih dari tiga dari 10 orang perkotaan di Indonesia berencana mengurangi konsumsi makanan olahan di 2017.

Meski demikian, pertumbuhan nilai terbaru yang tercatat di pasar, menunjukan bahwa faktor sosial yang mendasar mulai mengurangi kekhawatiran ini. Data Mintel memperkirakan nilai penjualan bumbu instan tahun 2016 di Indonesia tumbuh sebesar hampir 10%, dan diharapkan untuk mengalami pertumbuhan sebesar dua digit di 2020—melebihi pertumbuhan volume. Beberapa perkembangan ini dapat dikaitkan dengan inflasi makanan volatil yang telah lama menjadi ciri khas negara, tetapi masalah ini telah mereda dalam beberapa tahun terakhir.

Terlihat jelas ada kemauan yang besar di antara orang Indonesia untuk berinvestasi pada bumbu instan dengan nilai tambah seiring makin canggihnya kebiasaan belanja mereka. Yang lebih penting lagi, ada iklan tentang bumbu instan yang menonjolkan kealamian produk. Seiring dengan resep dan arahan masak yang rinci, produsen bumbu instan mulai memasukkan bahan asli ke dalam campuran dan menampilkan pesan seperti ‘daging asli’ atau ‘bawang asli’ pada kemasan—secara efektif mengubah persepsi konsumen menjadi lebih positif.

Dari hal-hal yang disebutkan diatas dapat disimpulkan bahwa produsen perlu bekerja keras untuk mengubah persepsi negatif tentang makanan olahan di Indonesia, dengan opsi ‘bumbu instan dari bahan alami’, seperti pasta dan bumbu dasar resep, kemungkinan akan populer karena menyediakan opsi di tengah-tengah antara kebiasaan tradisional dan modern.

RESTORAN INTERNASIONAL MENJADI TREN DI PASAR YANG DIDOMINASI FAMILIARITAS

Indonesia memiliki jenis masakan yang kaya dan beragam, dengan aneka hidangan lokal yang bumbunya dapat direplikasi oleh merek bumbu instan untuk konsumen yang sibuk. Meningkatnya popularitas hidangan tradisional di seluruh Indonesia mendorong sebagian besar produsen untuk fokus pada kategori rasa lokal.

Namun, tren inovasi bumbu instan di Indonesia baru-baru ini mulai berganti fokus dari rasa tradisional ke rasa lokal yang lebih eksotis, yang mungkin didorong oleh meningkatnya globalisasi masyarakat. Generasi muda, khususnya, tumbuh dengan pengaruh gaya hidup internasional yang lebih besar melalui internet, televisi, dan pariwisata, lalu mengekspresikannya melalui hal-hal yang mereka beli. Hal ini paling terlihat di sektor industri jasa pangan di mana opsi makanan internasional menjadi populer di kota-kota besar di Indonesia. Pertumbuhan restoran global di Indonesia menunjukkan bahwa formulasi yang lebih eksotis cenderung menarik konsumen Indonesia untuk kedepannya.

Produsen justru meningkatkan investasi mereka dalam resep baru dan inovasi dengan formulasi internasional di Indonesia. Produk-produk tersebut akan terus berkembang di Indonesia di tahun-tahun mendatang karena generasi urban muda Indonesia semakin berorientasi ke luar.

BUMBU INTERNASIONAL DI INDONESIA

4509159-0_dcddb75469b

Berni Saus Basil dengan Keju

4785979-0_dcddb75469b

Leggo’s Saus Pasta dengan Krim, Bawang Bombay dan Keju

4218615-0_dcddb75469b

Franceso Rinaldi Saus Tomat Dengan Basil

 

© 2020 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie