Sesuai dengan namanya, konsumen tidak memerlukan sumber panas ekternal untuk menyiapkan makanan instan ini. Panas dihasilkan dari reaksi eksotermik yang terjadi dengan menambahkan air bersuhu ruang ke campuran serbuk mineral berisi magnesium, besi, dan garam. Kemasannya dirancang sedemikian rupa sehingga air panasnya berada di bawah wadah makanan dan mengukusnya. Berkat kemasan yang praktis, teknik dan produk self-heating ini meningkatkan dan memperluas kategori makanan instan di China.

Makanan instan dengan teknik self-heating mencapai angka penjualan fantastis selama karantina wilayah

Selama pandemi ini, penjualan makanan dengan teknik self-heating di Tiongkok melonjak. Menurut Taobao, retailer online terbesar di Tiongkok, antara akhir Januari hingga awal Februari 2020, saat Tiongkok berada di puncak infeksi virus dan karantina wilayah mulai diberlakukan, penjualan makanan dengan teknik self-heating mengalami pertumbuhan tertinggi kedua dari semua kategori dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan produk nasi dengan teknik self-heating saja mencapai 257%. Dengan teknik ini, konsumen dapat menikmati hidangan/hot pot/makanan bebas repot saat restoran tutup.

 

Brand rintisan produk dengan teknik self-heating mengalami momentum pertumbuhan setelah COVID-19 melanda.

Moxiaoxian (莫小仙)

Moxiaoxian telah menyelesaikan pendanaan seri A bernilai puluhan juta RMB di Mei 2020.

 

Zihaiguo (自嗨锅)

Zihaiguo telah menerima pendanaan seri B bernilai ratusan juta RMB di Mei 2020.

 

Shizuren (食族人)

Shizuren telah menyelesaikan pendanaan seri A bernilai puluhan jutan RMB di Mei 2020.

 

Bagi konsumen di Tiongkok, makanan instan dengan teknik self-heating merupakan penawaran premium yang praktis dan menarik

Terinspirasi dari ransum tentara dan makanan darurat, makanan dengan teknik self-heating merambah pasar Tiongkok di 2016. Meski sebelumnya kurang populer, teknik ini mulai mencuri perhatian saat digunakan untuk membuat hot pot instan bagi pecinta hidangan ini. Hot pot dengan teknik self-heating menjadi viral melalui platform e-commerce karena sangat cocok dengan kondisi masyarakat Tiongkok yang malas pergi ke luar. Makanan dengan teknik self-heating sudah memiliki kedudukan dan pertumbuhan yang kuat sebelum pandemi COVID-19. Terlepas dari faktor harga, yang sebagian besar beberapa kali lipat dari makanan instan lainnya seperti mie, konsumen di Tiongkok tidak keberatan menerima format ini. Menurut data riset Mintel tentang makanan instan di Tiongkok, nilai pasar makanan dengan teknik self-heating diperkirakan naik dua kali lipat.

 

Restoran hot pot meluncurkan produk dengan Teknik self-heating agar hidangannya bisa merambah sektor makanan rumahan

Brand makanan dengan teknik self-heating terkemuka adalah rantai restoran hot pot terkenal, HaiDiLao. Brand ini menggunakan teknik self-heating untuk melambungkan nama brand sekaligus meningkatkan konsumsi hot pot agar bisa dinikmati di rumah. Meski dibanderol dengan harga 40 CNY per porsi, produk ini merupakan pilihan ekonomis bagi mereka yang tidak bisa sering makan di restoran. Tidak diragukan lagi, reputasi HaiDiLao sangat membantu meningkatkan citra produk dan menarik minat konsumen pada teknik self-heating. Setelah kesuksesan peluncuran HaiDiLao di 2017, berbagai brand restoran hot pot meluncurkan sendiri produk mereka.

 

COVID-19 membuat format self-heating menjadi semakin relevan. Produk-produk ini akan tetap menarik bagi operator layanan makanan karena konsumen akan terus waspada saat makan di luar selama beberapa waktu ke depan.

 

Enam jenis hot pot dengan teknik self-heating HaiDiLao

 

Teknik self-heating dapat membuat makanan berat menjadi kudapan

Seperti ditunjukkan pada bagan, sebagai jenis makanan instan baru, makanan dengan teknik self-heating sering kali dikonsumsi sebagai makanan berat. Namun, selain berfungsi sebagai makanan berat, makanan dengan teknik self-heating berpotensi merambah pasar makanan ringan. Didukung dengan teknik self-heating, makanan instan menjadi lebih portabel dan praktis, yang menjadikannya pilihan kudapan gurih yang menarik.

 

Targetkan segmen kudapan untuk meningkatkan pertumbuhan

Permintaan untuk menciptakan kudapan dengan teknik self-heating sudah terlihat pada perilaku konsumen, dan brand-brand kudapan sudah mengendus peluang ini. Brand kudapan raksasa seperti Three Squirrels, Bestore, dan Be&Cherry telah merambah wilayah ini dan meluncurkan produk dengan teknik self-heating mereka sendiri. Brand makanan dengan teknik self-heating dapat meluncurkan produk yang lebih cocok dikonsumsi sebagai kudapan, seperti produk dengan berbagai varian rasa, porsi yang lebih kecil, dll.

 

Teknik self-heating dapat diterapkan di berbagai kategori dan membuka skenario konsumsi baru

Dengan teknik self-heating, produk makanan dan minuman dapat menawarkan opsi pemanasan portabel yang cocok dikonsumsi di berbagai kesempatan. Konsumen di Tiongkok selalu memilih makanan atau minuman yang hangat atau bersuhu ruang karena dianggap lebih mudah dicerna dan baik untuk kesehatan. Brand kudapan atau minuman dapat menawarkan produk yang hangat sehingga menarik bagi konsumen di Tiongkok.

 

Makin banyak produk makanan dan minuman yang menggunakan teknik self-heating

Teknik self-heating dapat digunakan untuk berbagai produk makanan dan minuman serta meningkatkan pengalaman konsumen setara dengan pengalaman yang didapatkan saat makan di restoran. Misalnya, pastry dengan teknik self-heating dapat disajikan pada suhu yang optimal agar rasanya seperti baru keluar dari oven. Hidangan penutup dapat dikonsumsi pada suhu seperti saat disajikan di restoran.

 

Tanggapan kami

Fungsi self-heating mendorong pertumbuhan yang cepat dan signifikan pada kategori makanan instan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan teknik ini, brand dapat menjual hidangan restoran, seperti hot pot, nasi/mie dalam kemasan yang awet melalui pengecer. Selama COVID-19, penjualan produk ini meningkat karena konsumen di Tiongkok mencari hidangan yang praktis tetapi memiliki cita rasa restoran. Format self-heating berpotensi merambah lebih banyak kategori seperti kudapan, minuman, atau bahkan produk susu, mengingat bahwa konsumen di Tiongkok enggan mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin.

© 2020 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie