Lupakan bagel dan glazur cupcake, krim keju sekarang disajikan sebagai tambahan yang disajikan di atas teh, seperti busa susu lembut di atas cappuccino. Perpaduan yang dapat membuat pencinta teh konservatif bergidik ini berasal dari Cina selatan—tetapi kini perpaduan tersebut banyak ditemukan di kawasan Asia Pasifik dan beberapa kafe di AS. “Teh keju” atau “teh macchiato” yang inovatif ini adalah contoh bagaimana bahan tak terduga, krim keju, dapat digunakan untuk menciptakan tekstur unik dalam kategori baru.

Meningkatnya permintaan krim keju di Asia, yang sebagian didorong oleh penjualan teh keju, membuat perusahaan susu Selandia Baru Fonterra menginvestasikan NZ$150 juta di dua pabrik krim keju baru.

cheese-tea2

Potensi kategori silang untuk teh keju

Secara tak terduga, krim keju dapat menghasilkan tekstur tebal, berbusa, dan rasa baru di berbagai minuman, dan juga dapat ditambahkan ke kopi, latte, atau bahkan coklat panas. Untuk menarik perhatian konsumen Barat, busa krim keju harus dipadukan dengan rasa yang tidak asing, seperti cheesecake atau jenis roti lainnya, untuk membantu mengenalkan konsumen pada konsep tersebut. Misalnya, latte rasa bolu gulung kayu manis dengan busa krim keju tebal.

Menciptakan busa padat bertekstur merupakan karya seni yang serupa dengan prinsip ilmiah yang digunakan barista dan bartender. Busa merupakan kunci dalam banyak minuman dan koktail tertentu, termasuk fizzes dan sours, yang terkenal memiliki lapisan busa padat dari putih telur yang diaerasi. Karenanya, kenikmatan busa krim keju juga cocok digunakan pada koktail yang terinspirasi dari cheesecake. Perpaduan makanan pencuci mulut dan alkohol adalah hal lumrah, dengan produk-produk seperti alkohol beraroma pencuci mulut dan susu kocok yang diberi alkohol mengaburkan batas antara minuman dan pencuci mulut.

Busa adalah atribut utama di dalam banyak minuman, dari cappuccino sampai koktail

Telah banyak ditemukan teknologi busa nitro seperti baru dituang dari keran di dalam bir, kopi, dan bahkan es teh kemasan, tetapi belum ada koktail siap minum dengan teknologi busa yang sama. Kemasan dari kategori dan inovasi lain pada bahan pembentuk busa dapat memberi inspirasi untuk menciptakan busa yang kaya dan halus pada koktail siap minum; asalkan kandungan alkoholnya tidak terlalu tinggi sehingga tidak mengganggu bahan yang dapat menimbulkan busa. Konsep ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kenikmatan meminum minuman dengan kadar alkohol rendah. Misalnya, riset tentang minuman non-alkohol dan rendah alkohol menunjukkan bahwa 17% konsumen di Inggris yang minum alkohol akan terdorong untuk minum minuman beralkohol rendah atau non-alkohol jika ada minuman dengan rasa yang lebih menarik daripada yang ada saat ini.

Stumptown-149x300
Stumptown Cold Brew Nitro Cold Brew Coffee: Kopi seduhan dingin berinfus nitrogen dari Amerika Serikat ini digambarkan memiliki tekstur krim dan sangat lembut.

east-coast-ipa-223x300
Greene King IPA East Coast Nitro Beer: Bir dari Inggris ini menggunakan kaleng khusus untuk membuat busa krim lembut yang tahan lama seperti yang dihasilkan dari proses penuangan nitro tradisional.

Sekaranglah saatnya minuman berpadu dengan busa dekaden

Mengubah tekstur minuman akan mengubah persepsi tentang rasa minuman tersebut. Ilmu di balik cara kita mengecap rasa itu rumit karena melibatkan peran rasa, aroma, dan sensasi.

Seperti yang dibahas pada Sensasi Baru Tren Makanan dan Minuman 2018 oleh Mintel, bereksperimen dengan tekstur memiliki potensi untuk menarik konsumen Generasi yang lebih muda yang haus akan pengalaman. Di AS, responden laki-laki berusia 18-34 tahun cenderung mengekspresikan minat pada tekstur yang unik, termasuk teh dengan gelembung, kopi berinfus nitrogen, atau teh dan kopi bersoda, dibandingkan dengan demografi lainnya.

© 2020 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie