Kunyit dinobatkan Mintel sebagai makanan super yang patut dipantau pada tahun 2016. Sejauh ini, kita telah melihat kunyit terus menjadi sorotan berkat manfaat antiperadangan dengan penerapannya secara global di berbagai kategori.

“Bumbu super” ini juga diterima sangat baik khususnya di pasar Asia Pasifik. Bahkan, pertumbuhannya di wilayah ini dalam beberapa tahun terakhir terus menguat dengan adanya sejumlah produk makanan dan minuman yang diluncurkan dengan merujuk pada produk kemasan berbahan kunyit yang naik lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2012 hingga 2015 menurut Basis Data Produk Baru Global Mintel.

Selain digunakan sebagai bumbu dan sumber pewarna kuning alami dalam makanan, kunyit juga hadir dalam kategori baru seperti minuman sari kunyit dan minuman hangat. Seperti produk Cold Tonic Juice Drink dari Cold Juice Company yang diluncurkan di Indonesia. Minuman ini terbuat dari campuran sari apel, cabai, mentimun, lemon, dan kunyit. Sementara itu, perusahaan Qimin meluncurkan produk Turmeric Drink with White Tea di Thailand yang bebas dari zat perasa, pewarna, dan pengawet buatan.

Bukan hanya dikenal karena kandungan zat antiperadangan, kunyit juga mempunyai kelebihan lainnya pada kategori minuman olahraga dan suplemen karena dapat membantu mempercepat pemulihan dari aktivitas fisik. Seperti misalnya produk G3 yaitu 3 in 1 Energy Drink yang diluncurkan di Thailand awal tahun ini dengan komposisi kunyit sebagai yang terbesar. Produk ini mengandung kurkuminoid yang diekstrak dari kunyit alami, vitamin C, dan vitamin B12.

Selain mengingat manfaat kesehatan pada kunyit yang diakui sesuai untuk mengatasi keluhan kesehatan pada kaum lansia, kunyit menyimpan potensi besar sebagai bahan suplemen yang diharapkan mampu menyasar populasi yang kian bertumbuh. Sebagai contoh, produk Turmeric 15800 Complex dari Good Health yang diluncurkan di Selandia Baru mengklaim mampu mengatasi kelelahan dan sendi kaku, meningkatkan fungsi kesehatan saluran pencernaan, serta memberikan penyerapan yang 20 kali lebih baik.

Seiring kepopuleran kunyit dalam produk makanan dan minuman yang meningkatkan pengenalan konsumen pada bumbu satu ini, hal ini juga dapat mendorong konsumen untuk berburu suplemen kunyit.

Tentang Penulis
Jane Barnett kini menjabat sebagai Insight Manager untuk ANZ wilayah Asia Tenggara dan India di Mintel. Jane pertama kali bergabung dengan Mintel pada tahun 2007 sebagai Analis GNPD IRIS yang menangani data penjualan IRI. Pada tahun 2008, ia pindah ke posisi Manajer Pengembangan Klien. Pada tahun 2009, Jane mengembangkan fokus yang lebih besar pada industri Makanan dan Minuman sebagai Konsultan Tren dan Inovasi, memperoleh pengalaman berharga yang melahirkan riset dan analisis yang disesuaikan, pembahasan pengembangan produk baru pada tingkat klien serta pameran dagang dan konferensi di Eropa. Jane kemudian menempati posisi Konsultan Senior untuk Inovasi dan Tren untuk wilayah Asia Tenggara, ANZ, dan India, sebelum akhirnya menduduki posisi sebagai Insight Manager.

© 2020 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie