Sementara susu vegan, seperti gandum atau kedelai, mendominasi berita utama – ada peluang bagi susu non-sapi untuk bersaing dengan produk susu tradisional dari sapi dan susu nabati. Di sini, kami mengeksplorasi tiga strategi susu dari hewan selain sapi untuk menarik konsumen yang lebih luas.

  1. Edukasi untuk menjual rasa dan tekstur yang lebih baik

Rasa itu penting! Lebih dari seperlima konsumen Prancis berusia 16-44 lebih menyukai rasa alternatif produk susu daripada produk susu. Brand yang menjual susu dari hewan selain sapi memiliki peluang untuk menarik lebih banyak konsumen mainstream dan lebih muda. Brand susu non-sapi dapat meyakinkan konsumen akan rasa dan tekstur yang lebih baik daripada susu nabati. Edukasi akan membantu menjual rasa susu non-sapi, terutama rasanya yang unik.

Misalnya, hanya 10% produk susu yang diluncurkan dengan susu hewani selain susu sapi (terutama susu kambing) yang secara eksplisit merujuk pada teksturnya yang lembut/lembut.

Ko & Co Sumber: Mintel GNPD

Keju Kambing Camembert Ko & Co Lembut dengan Cetakan Putih: produsen mengklaim bahwa keju ini terus matang selama hidupnya dan mengalami empat tahap rasa yang berbeda (Rusia).

  1. Pindah dari kemudahan mencerna ke klaim pencernaan lainnya

Produk susu kambing lebih cenderung membuat klaim tentang kecernaan (daripada susu non-sapi lainnya) tetapi susu non-sapi dapat berpindah dari kecernaan ke klaim lain – seperti penyerapan atau dukungan usus/kekebalan. Selain itu, susu non-sapi dapat menjual profil nutrisinya yang berbeda karena lebih disesuaikan dengan kebutuhan individu masyarakat.

CPF Pasteurised Goat Milk, Sumber: Mintel GNPD

Susu Kambing Pasteurisasi CPF tinggi kalsium dan fosfor, dikatakan mendukung tulang dan gigi yang kuat, dan mengandung: vitamin B1 untuk membantu menjaga sistem saraf; dan vitamin B2 untuk membantu mengubah karbohidrat (Thailand).

  1. Gunakan keberlanjutan sebagai pembeda

Ada peluang bagi susu non-sapi untuk berkomunikasi lebih luas tentang jejak lingkungan mereka. Faktanya, peternakan kambing membutuhkan lebih sedikit air dan tanah daripada peternakan sapi, dan menghasilkan lebih sedikit kotoran, menghadirkan ancaman yang lebih rendah terhadap sumber air. Sebagian kecil dari peluncuran susu non-sapi membuat klaim lingkungan – dibandingkan dengan susu nabati dan susu sapi. Brand harus menggunakan kredensial lingkungan yang lebih baik untuk membedakan produk mereka.

Tradi Bergere Organic Ewe’s Milk Yogurt with Honey dibuat secara artisanally di Grands Causses, dengan susu segar dari Aveyron dan Lozre. Produk organik menggunakan kemasan dari hutan yang dikelola secara lestari dan tinta nabati (Prancis)

Yogurt Susu Ewe Organik Tradi Bergere dengan Madu, Sumber: Mintel GNPD

 

Menguji industri susu di masa depan

Saat perubahan iklim membebani ekosistem, makanan masa depan – termasuk produk susu – harus mampu mentolerir berbagai suhu, serta kondisi tanah dan faktor lingkungan lainnya.

Dalam konteks ini, brand susu perlu membuktikan produk mereka di masa depan dengan memprioritaskan peternakan hewan yang paling efisien berdasarkan ekosistem lokal tertentu.

Minat terhadap susu unta, misalnya, meningkat karena unta dipandang sangat tangguh dalam kondisi iklim yang keras dan memiliki efisiensi makan yang jauh lebih unggul daripada sapi, sementara susu mereka dicari karena khasiat obatnya.

© 2022 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie