Selama satu dekade terakhir, jaringan kopi internasional telah membangun eksistensi regional yang kuat di wilayah Asia Tenggara. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir kafe independen telah tumbuh pesat dan mengubah lanskap sektor kopi ritel di wilayah ini.

KELAS MENENGAH ASIA TENGGARA YANG BERAGAM DAN BERTUMBUH BERDAMPAK PADA TREN KOPI

Di wilayah Asia Tenggara, terkecuali Singapura, ukuran kelas menengah di perkotaan masih relatif kecil. Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan pengeluaran konsumen regional, dengan kopi sebagai salah satu sektor yang diuntungkan. Selain itu, jumlah penduduk Asia yang semakin banyak bepergian ke luar negeri juga menjadi faktor lain yang mendongkrak pertumbuhan bisnis kedai kopi di Asia Tenggara. Bersamaan dengan ini, terdapat juga peningkatan dalam tren kopi “gelombang ketiga” di beberapa negara Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, serta kemunculan yang lebih lambat di Indonesia dan Filipina.

Kalangan anak muda dari konsumen kelas menengah aspirasional yang selama ini dipengaruhi oleh jaringan kopi bermerek jumlahnya memang kecil, tetapi mereka adalah kelompok berpengaruh. Konsumen ini kini mengidamkan lebih, dan dengan sendirinya mencari variasi kopi yang lebih premium, mulai dari yang berciri khas hingga terbaru, seduh dingin.

KOPI SEDUH DINGIN MULAI MEMPERLIHATKAN EKSISTENSINYA DI ASIA TENGGARA

Kopi seduh dingin dibuat dengan merendam kopi bubuk pada suhu ruangan selama 12-24 jam untuk menghasilkan konsentrat kafein pekat, yang kemudian diencerkan dengan air dan disajikan dingin. Selama proses ini, tingkat keasaman sering kali berkurang sehingga tercipta rasa kopi yang konon manis, harum, dan lembut secara alami.

Gambino Coffee, produsen kopi Indonesia, baru-baru ini memperkenalkan varian kopi seduh dingin mereka sendiri kepada konsumen Jakarta. Produk ini tersedia dalam beragam rasa: Swiss Hazelnut Latte, Red Velvet Latte, Belgian Mocha Latte, Italian Tiramisu French Vanilla Latte, Flat White, Dutch Caramel Latte, Choco Mint, Fruity Coffee, dan Irish Cream.

Irish Cream Cold Brew

Gambino Cold Brew Irish Cream Latte, Indonesia

Gambino Cold Brew Irish Cream Latte disebut-sebut terinspirasi oleh rasa terlezat di dunia. Kopi yang disaring tiga kali ini terbuat dari kopi berciri khas yang baru dipanggang dan diseduh dingin selama 21 jam lalu dicampur dengan susu, air pegunungan, dan perasa alami. Rasanya digambarkan sebagai kopi yang autentik, alami, kaya, dan ringan.

 

Seiring meningkatnya konsumsi kopi dan budaya kafe di Asia Tenggara, terdapat juga peningkatan peluang bagi produsen untuk membidik konsumen di wilayah ini. Akan tetapi, sekalipun kopi seduh dingin telah mendapat tempat di hati perintis kedai kopi perkotaan di Asia Tenggara, kopi tipe ini mungkin akan terus berkembang, tetapi di segmen pasar yang relatif kecil karena faktor harganya yang tinggi.

© 2020 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie