Di artikel Mintel bertajuk, ‘Ritel Baru: Masa Depan Ekonomi Asia Pasifik’, kami memberikan gambaran masa depan ekonomi yang akan datang berdasarkan tren dan jalur yang ada di dunia ‘ritel baru’ Asia, dan pengaruhnya telah dirasakan di seluruh Asia Pasifik.

Di blog ini, kami akan membahas bagaimana perpaduan antara dunia online dan offline menciptakan lingkungan baru di mana teknologi ‘ritel baru’ dapat menemukan posisi pasar yang tepat.

‘Ritel baru’ lebih tepat jika diartikan sebagai suatu proses, bukan suatu pasar, di mana ‘ruang’ e-commerce baru semakin terintegrasi dengan ruang belanja fisik. Di Tiongkok, di mana proses ini bisa dibilang paling maju secara global, Alibaba memimpin kampanye ambisius terhadap integrasi ini melalui jaringan supermarket online-offline Hema.

Namun, ‘ritel baru’ hanya sebagian kecil dari proses integrasi yang lebih luas. Teknologi aplikasi ponsel pintar kini mengarah pada situs belanja online yang terintegrasi dengan layanan konsumen yang lebih luas—dari aplikasi cuci mobil panggilan sampai pesan-antar makanan—menjadi lingkungan konsumen digital yang lebih luas. Aplikasi media sosial seluler, seperti Tencent di WeChat, sangat canggih dalam mengintegrasikan berbagai fitur dari aplikasi lain untuk menciptakan ‘aplikasi-uber’, di mana beberapa aplikasi menciptakan antarmuka layanan all-in-one, belanja, dan gaya hidup.

Integrasi antarmuka ini mengubah perilaku konsumen di Tiongkok dan tren ini semakin meluas ke seluruh Asia Pasifik. Bersamaan dengan perubahan perilaku konsumen, integrasi e-commerce seluler juga mengaburkan batas antara kapan dan di mana orang berbelanja, bekerja, beristirahat, dan bermain. Misalnya, tempat dan berbelanja menjadi satu dengan hiburan, perjalanan, dan bergaul—sesuai dengan 32% konsumen di Thailand yang mengatakan bahwa mereka lebih banyak menghabiskan pengeluaran di sektor rekreasi dan hiburan. Ini mengubah cara perusahaan dan merek terlibat dalam perilaku konsumen dan lingkungan baru, karena semuanya menyatu!

Potensi dari teknologi ‘ritel baru’

Teknologi ‘ritel baru’ tidak hanya harus lebih responsif terhadap kebutuhan layanan konsumen yang lebih luas, tetapi juga terhadap kedekatan dengan konsumen. Toko swalayan tanpa pekerja sudah beralih dari fase uji coba ke fase peluncuran sebagai bagian dari dorongan ‘ritel baru’, yang memungkinkan pengecer membuka toko di mana pun konsumen menginginkannya atau membuka toko yang lokasinya mengikuti munculnya permintaan—seperti yang dilakukan BingoBox di Tiongkok.

12Sumber: BingoBox

Pengembangan ‘ritel baru’ juga memberi tantangan baru pada penggunaan ruang fisik. Tidak hanya terhadap toko, kantor, apartemen, dan ruang publik, tetapi juga terhadap produk dan pengemasan. Tanpa adanya format standar toko, pengemasan dan desain produk tidak lagi harus sesuai dengan standar rak supermarket—yang mana menciptakan permintaan produk tanpa kemasan agar tidak menghasilkan sampah. Dan tentu saja ponsel pintar akan terus menjadi produk populer, tetapi nilainya berkurang bila dinilai dari produk itu sendiri, jika dibandingkan nilai pada konten dan aplikasi yang diberikan serta data yang dihasilkan.

Konvergensi dan integrasi teknologi ‘ritel baru’ mulai mengubah konsep model ekonomi tradisional. Menghuni dan menggunakan menjadi lebih penting dari pada memiliki. Ekonomi ‘ritel baru’ semakin mengaburkan definisi kerja, belanja, dan rekreasi.  Tujuan wisata dapat menjadi tempat bekerja, membentuk jaringan, dan bahkan sarana kesehatan, dari pada sekedar tempat untuk beristirahat dan bermain. Ruang publik juga dapat menjadi tempat layanan komersial sementara, seperti ruang gym 24/7 dari Mipao Technology yang hadir di ruang-ruang publik di seluruh Beijing, Tiongkok.

Ekonomi Asia Pasifik yang berkembang pesat terbukti menjadi lahan uji coba yang ideal untuk mengintegrasikan teknologi-teknologi baru dan inovatif. Kawasan ini menawarkan konsumen yang mau mencoba, antisipatif tetapi mau mencoba, senang dengan perubahan ke arah yang lebih baik, dan kurang terikat pada teknologi warisan tradisional karena ekonomi mereka masih belum berkembang. Geografi Asia yang terpisah dan beragam serta populasi yang sangat besar juga menciptakan kebutuhan signifikan bahwa teknologi ‘ritel baru’ adalah cara pelayanan terbaik.

© 2020 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie