Laporan Mintel terbaru bertajuk, ‘Ritel Baru: Masa Depan Ekonomi Asia-Pasifik’, menggambarkan masa depan ekonomi berdasarkan tren dan trajektori industri ‘ritel baru’ Asia yang pengaruhnya mulai dirasakan di Asia.

Artikel ini mengulas peran populasi Asia yang besar dan beragam dalam menciptakan lingkungan yang sangat mendukung perkembangan ‘ritel baru’.

Aliran urbanisasi Penduduk Asia ke sejumlah kota terbesar di dunia sangat cepat. Saat ini, massa kritikal penduduk Asia dan pembangunan yang pesat mencerminkan tantangan logistik dan institusional tersendiri. Meski begitu, ‘ritel baru’ menawarkan solusi jitu untuk menjangkau populasi penduduk di Asia yang sangat besar.

‘Ritel baru’ berkembang pesat di Asia melalui perusahaan ‘ritel baru’ terkemuka di Tiongkok. Alibaba berinvestasi di portal e-commerce Asia Tenggara Lazada, meningkatkan jumlah sahamnya di SingPost di Singapura, dan memulai kemitraannya dengan eHub di Malaysia. Tahun ini, Alibaba adalah pemegang saham terbesar di portal toko kelontong online Bigbasket di India. Di sisi lain, JD.com berinvestasi di Tiki.vn di Vietnam dan label mode online Thailand Pomelo. TenCent juga berinvestasi di sejumlah media di Asia.

Selain menjadi pelaku pasar di platform online, perusahaan-perusahaan e-commerce besar ini juga berinvestasi pada hampir semua aspek kehidupan konsumen, diantaranya aspek keuangan, mata uang digital, perbankan, transportasi, perjalanan dan wisata, media dan hiburan, juga hal lainnya.

Menurut Dana Moneter Internasional (IMF), Asia-Pasifik merupakan kawasan dengan pertumbuhan ekonomi terkuat di dunia. Konsumsi domestik merupakan faktor utama skenario pertumbuhan tersebut. Pertumbuhan konsumen inilah yang mendorong platform ritel online besar berinvestasi untuk mengembangkan ‘ritel baru’. Tak hanya pemain besar Tiongkok, perusahaan ritel global seperti Amazon juga berinvestasi besar-besaran untuk mengembangkan pasar.

Kemungkinan besar sasarannya adalah penduduk kota besar. Tak hanya akan menciptakan pelanggan yang lebih terpusat, kota besar juga mudah beradaptasi dengan teknologi baru.

Langsung untuk Anda

Kepadatan penduduk Asia menciptakan tekanan terhadap lahan sehingga membuat harga properti naik. Mau tidak mau masyarakat harus lebih efisien menggunakan lahan. Hal ini menciptakan fenomena ekonomi ‘menyewa gaya hidup’, yang mana orang lebih sering meyewa daripada membeli.

Penduduk kota besar yang padat menciptakan tekanan terhadap transportasi dan infrastruktur lainnya. Dari sanalah tercipta kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi polusi, tekanan sosial, dan hal-hal yang kurang produktif. Hal ini mendorong terciptanya inovasi untuk membangun kawasan pintar dan terpadu yang menggabungkan aspek ritel, hiburan, ruang kerja, dan tempat tinggal di satu kawasan dan menempatkannya di dekat sarana transportasi yang sudah ada atau baru.

Pembangunan ini menciptakan lingkungan di mana layanan konsumen dan aktivitas belanja bisa dihadirkan di rumah. Misalnya, pengiriman makanan dengan pesawat drone, perbaikan mobil, atau apa pun. Pengembangan aplikasi seluler yang mempertimbangkan aspek kepadatan populasi mendorong terciptanya peluang layanan ‘antar ke rumah’. Hal ini sejalan dengan Tren Mintel ‘Langsung untuk Anda’ yang menekankan bahwa konsumen mengharapkan produk dan layanan yang bisa dihadirkan untuk mereka, di mana pun mereka berada.

Taobao jiyongyao

Alibaba, misalnya, baru-baru ini meluncurkan fitur baru di Taobao. Dengan fitur baru tersebut, pengguna dapat mencari saran medis atau obat-obatan ketika diperlukan. Pada platform, pengguna dapat menelusuri kata jiyongyao, yang artinya ‘butuh obat segera’ lalu diarahkan ke halaman di mana pengguna dapat menemukan opsi obat-obatan apotek atau saran medis. Pesanan obat-obatan tersebut dapat dipenuhi Alibaba dalam 30 menit di siang hari dan satu jam di malam hari.

© 2020 Mintel Group Ltd. | Kebijakan Privasi | Penggunaan Cookie